Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Sunday, September 16, 2018

Ikuti 5 Prinsip DIET Ini, Maka Metode Diet Apapun Yang Anda Jalankan Akan Berhasil !


Diet adalah sesuatu yang hampir  pernah di lakukan oleh semua orang. Hasilnya pun bervariasi, ada yang dengan mudah melakukannya dalam waktu yang singkat saja, dan ada juga yang membutuhkan proses yang cukup lama. Tentunya hasil yang di berikan tergantung dari apa yang kita kerjakan. Butuh kerja keras untuk mencapai suatu hasil yang di inginkan, tak jarang ada yang sampai masuk rumah sakit karena diet super ketat yang di jalankan. Menjalankan program diet butuh konsistensi yang kuat, niat serta usaha yang tekun. Jika anda melakukannya asal-asalan, anda tidak akan pernah mendapatkan tubuh yang anda impikan selama ini.

Banyak program diet yang menjanjikan hasil yang cepat dan mudah menjalankannya, mulai dari diet mayo, diet DEBM, diet golongan darah, Diet Detox dan masih banyak lainnya. Tak ada yang salah dengan program diet yang sekarang lagi marak beredar, asal di lakukan dengan prinsip-prinsip yang sesuai. Menurunkan berat badan itu bukan perkara yang mudah.  Dalam menjalankan pogram diet banyak hal yang harus kita korbankan, seperti waktu, jika anda ingin mendapatkan berat badan yang sesuai dengan harapan anda harus meluangkan waktu lebih untuk berolahraga. Berikutnya uang untuk membeli makanan-makanan yang terdapat dalam progam diet yang anda pilih, karena stiap program diet memiliki kategori makanan-makanan tertentu yang harus di konsumsi. Yang terakhir makanan, seperti kita harus rela tinggalkan makanan-makanan lezat yang menjadi makanan favorit anda, apalagi makanan tersebut termasuk dalam kategori highfat. Bisa di bayangkan kan siksanya?

Jika anda sudah memiliki niat dan ingin berjuang dalam menurunkan berat badan, anda harus pelajari dulu prinsip-prinsip diet yang harus anda patuhi agar program diet apapun yang anda jalankan dapat berhasil.

Baca Juga : 



Prinsip diet




1.            Jangan menargetkan waktu

Kebanyakan orang sering menargetkan waktu dalam melakukan diet, contohnya seperti saya harus menurunkan berat badan saya 7 kg dalam 1 bulan saja. Sebenarnya ini tak ada salahnya di lakukan, bisa jadi sebagai penyemangat untuk menjalankan program diet. Tapi jika pada waktu yang anda tentukan, berat badan anda yang turun tidak sesuai dengan target, apa yang akan anda lakukan? Kebanyakan orang yang telah melakukan diet dengan menargetkan waktu tertentu kemudian pada akhir waktu yang di tentukan ternyata berat badan yang turun tidak sesuai dengan hasil yang di inginkan akan berpikir bahwa dietnya tidak berhasil. Mereka berpikir bahwa program diet yang mereka ikuti hanya sia-sia saja tanpa mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Sebenarnya diet yang anda lakukan itu berhasil. Keberhasilan diet bukan di lihat dari seberapa banyak anda mnurunkan bobot tubuh anda, tetapi dari seberapa besar usaha anda untuk menghindari makanan yang di pantangkan dalam diet dan mengkonsumsi makanan yang di anjurkan. Untuk apa berhasil turunkan 7 kg dalam sebulan tetapi ujungnya anda brbaring di rumah sakit dengan selang infus? Itu bukan keberhasilan diet yang sebenarnya. Diet yang berhasil itu berujung sehat bukan sakit.
Untuk itu janganlah menargetkan waktu dalam menjalankan program diet. Biarkanlah tubuh anda yang mengkordinirnya, karena kebutuhan tubuh dan fisik setiap orang berbeda-beda. Anda tidak bisa mengikuti si A dengan diet sebulan turun 7 kg, bisa jadi kebutuhan tubuh dan fisik si A berbeda dengan anda. Jika anda melakukan program diet dengan bersungguh-sungguh percayalah hasil yang anda dapatkan jauh lebih cepat dari apa yang anda bayangkan. Semuanya tergantung dari usaha anda.

2.            Bangun Motivasi

Setiap orang yang ingin menjalankan program diet pasti mmiliki motivasi tersendiri. Motivasi mereka beragam, ada yang ingin agar penampilan mereka lebih menarik, ada yang diet karena ingin mendapatkan pekerjaan yang di impikan seperti modeling yang mengharuskan para model bertubuh ramping dan proposional, dan ada pula yang melakukannya demi kesehatan seperti menurunkan kadar kolestrol. Nah, jika anda ingin menjalankan program diet, bangunlah motivasi dalam diri anda.  Apa alasan terkuat dalam diri anda untuk melakukan diet.

3.            Pahami kebutuhan kalori yang di butuhkan dan yang harus di keluarkan

Kebutuhan kalori tiap orang beda-beda tergantung pada faktor usia, aktivitas fisik, jenis kealamin, berat badan dan tinggi badan. Perempuan memiliki kebutuhan 2000 kalori per hari, sedangkan pada laki-laki memiliki kebutuhan 2500 kalori per hari. Anda harus mengetahui kebutuhan kalori yang anda butuhkan bagi tubuh anda dengan menyesuaikan dengan level aktivitas fisik anda. Rumus yang biasa di gunakan dalam menentukan kebutuhan kalori adalah Rumus Harris-Benedict. Untuk menghitung kebutuhan energi pria yaitu :

66,5 + 13,8 x (berat badan dalam kilogram) + 5 x (tinggi badan dalam cm) dibagi dengan 6,8 x usia anda.

Sementara untuk wanita:
655,1 + 9,6 x (berat badan dalam kilogram) + 1,9 x (tinggi badan dalam cm) dibagi dengan 4,7 x usia anda.

Hasil dari penghitungan ini kemudian dikalikan dengan faktor aktivitas fisik. Jika aktivitas fisik Anda rendah, maka dikalikan dengan 1,2. Untuk aktivitas fisik sedang dikalikan dengan 1,3. Sementara aktivitas fisik berat dikalikan dengan 1,4.

Dengan mengetahui kebutuhan kalori yang anda butuhkan dan kalori yang harus di buang akan lebih memudahkan anda untuk melakukan program diet.

4.            Pilih Metode

Dalam menjalankan program diet anda harus memilih metode diet apa yang sesuai dengan anda. Banyak metode-metode diet yang marak beredar. Sebelum meilih metode yang akan anda jalani, hendaklah anda membaca tentang metode diet tersebut. Sesuaikanlah dengan kondisi fisik, kemampuan finansial, tingkat kesibukan, dan faktor lingkungan anda. Tiap metode diet memiliki tingkat kesulitan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Contohnya diet COD yaitu anda memiliki waktu makan selama 8 jam kemudian dilanjutkan dengan berpuasa selama 16 jam. Beda lagi dengan diet mayo yang mengharuskan anda makan makanan tanpa garam selama 14 hari dengan menu makanan yang telah di tetapkan.

5.            Mulai lakukan

Mulailah lakukan sekarang juga. Jangan menunda-nunda waktu yang hanya akan membuat berat badan anda semakin melonjak naik. Prinsipnya setelah anda membaca poin 1 sampai 4 lakukanlah dulu dan anda akan melihat perkembangan diet anda setelah beberapa waktu, baik itu lambat atau cepat. Jangan terburu-buru melihat timbangan, terkadang berat badan anda di timbangan berbeda dengan kondisi fisik anda. Contohnya berat badan anda semula 78 Kg setelah melakukan diet selama 2 minggu anda melakukan pengecekkan di timbangan dan berat badan anda turun menjadi 76 kg. Biasanya di lihat dari fisik anda tidak ada perubahan sama sekali, padahal bobot tubuh anda sudah berkurang sebanyak 2 kg. Hal ini akan membuat keraguan pada diri anda. Untuk itu lakukanlah pengecekan timbangan sebula sekali. Ingat dit yang sehat identic dengan penurunan badan secara bertahap.


Thursday, September 13, 2018

11 KEBIASAAN SEDERHANA YANG DAPAT BERAKIBAT FATAL !!!! NO 7 PALING BAHAYA DAN SERING DILAKUKAN


Tahukah anda, banyak hal di dunia ini yang dapat membunuhmu. Tak hanya dengan kecelakaan, pembunuhan ataupun suatu penyakit. Tanpa kita sadari, kebiasaan yang sering di lakukan juga dapat mngancam kselamatan anda secara langsung maupun tak langsung.
Setiap manusia pasti melakukan banyak hal setiap harinya. Beberapa hal tersebut di lakukan secara berulang dalam waktu yang lama hingga menjadi sebuah kebiasaan. Apabila sudah nyaman melakukan itu, kita akan merasa enggan untuk meninggalkannya. Kenyamanan inilah yang dapat berubah menjadi bahaya yang akan mengintai keselamatan anda.


Baca Juga : 



Inilah 11 kebiasaan yang dapat berakibat fatal bagi diri anda, diantaranya :

1.            MEROKOK SAAT MENGISI BAHAN BAKAR

Lagi asyik berkendara, tiba-tiba kendaraan brhenti karena kehabisan bahan bakar, mau matikan rokok tapi tanggung masih panjang.
Itulah alasan yang paling banyak di lakukan para kaum laki-laki yang seringkali mengisi bahan bakar dengan keadaan rokok masih menyala. Mereka sering kali menyepelekan hal ini, padahal ini sangat berbahaya. Abu rokok yang masih mengandung api bisa saja tertiup angin dan mengenai bahan bakar yang sangat mudah menyulut api. Ini bukan saja dapat membahayakan diri anda, tetapi orang-orang disekitar nada juga. Banyak peristiwa yang terjadi akibat kebiasaan ini. Tak sedikit ada yang sampai menderita luka bakar yang serius.

2.          MENGGUNAKAN HEADSET PADA SAAT TIDUR

Tidur sambil mendengarkan lagu-lagu kesukaan itu memang sangat nyaman, membuat kita cepat terlelap dan merasa tenang. Tapi tahukah anda, kebiasaan buruk ini dapat membahagiakan diri anda. Kenapa ?
Headset adalah salah satu perangkat yang sering menjadi sarang kuman karena sering di letakkan di udara terbuka dan jarang di bersihkan. Ketika kamu memakai headset saat tidur, berarti headset mnempel di telinga dalam waktu lama dan menyebabkan kuman dengan bebasnya masuk ke telinga. Selain itu volume tingggi yang di hasilkan headset dapat menyebabkan kerusakan pada koklea. Awalnya mungkin kamu tidak sadar kalau pendengaranmu menurun dan baru terdeteksi ketika di periksa dokter.

3.          MENINGGALKAN KOMPOR DALAM KEADAAN MASIH HIDUP

Kebiasaan ini sering sekali di lakukan banyak orang, padahal mereka tau kebiasaan ini dapat memicu terjadinya kebakaran. Hal ini bukan saja dapat merugikan diri  anda tapi juga dapat merugikan orang lain dari segi material. Jika anda ingin bepergian keluar rumah, hendaklah mematikan kompor anda terlebih dahulu. Jangan biarkan kompor dalam keadaan hidup tanpa ada pengawasan.

4.          MELETAKKAN GENSET DALAM RUANGAN TERTUTUP

Dalam kondisi ruangan tertutup, asap dari mesin genset akan terkurung. Asap mesin genset mengandung karbon monoksida. Karbon monoksida dapat mengikat oksigen yang di kandung udara bebas. Apabila kita kekurangan oksigen, jaringan tubuh pun tidak berfungsi dan bisa berakibat fatal pada kematian. Jika anda menyalakan genset ketika terjadi pemadaman listrik, letakanlah mesin genset di luar ruangan/ruangan yang terbuka yang memiliki pertukaran udara yang bagus, agar asap pembuangan dari mesin genset tersebut dapat di alirkan keluar ruangan.

5.           MENGGIGIT JARUM PENTUL

Kebiasaan ini sering di lakukan pada perempuan-perempuan yang mengenakan hijab. Mereka seringkali meletakkan jarum pentul didalam mulut ketikaa hendak mengenakan hijab. contohnya pada saat terburu-buru ingin memakai hijab dan pada saat memperbaiki hijab di tempat umum. Kebiasaan sepele ini dapata membahayakan keselamatan anda, bisa saja jarum pentul tadi tertelan masuk kedalam tubuh anda. Hal ini dapat menjadi masalah yang serius.

6.          MEMBERSIHKAN KOTORAN TELINGA DENGAN PENITI

Dalam membersihkan telinga ada berbagai macam tehnik yang di lakukan, salah satunya mengunakan peniti. Kebiasaan ini sangat berbahaya. Kenapa ? telinga di rancang untuk membersihkan dirinya sendiri, dengan mendorong kotoran di telinga keluar dari salurannya. Ketika anda menggunakan peniti, itu akan mengganggu proses pengeluaran dan perontokkan alami sel kulit mati hingga menyebabkan lebih banyak lagi kotoran telinga yang di hasilkan (dikuti dari Men’s Health). Benda dengan ujung tumpul/tajam bias beresiko melukai gendang telinga.

7.           KEBIASAAN MENGUPIL

Setiap orang pasti pernah “Ngupil”. Kebiasaan ngupil ini tergolong menyenangkan dan ternyata hamper di lakukan setiap  orang tanpa melihat usia. Meski ada yang menyebutkan kebiasaan ini adalah kegiatan yang bermanfaat, namun ternyata ngupil juga berbahaya bagi kesehatan, bahkan bias menyebabkan efek kematian.

Tangan yang tidak bersih pada saat anda ngupil bias menjadi medium infeksi pada rongga hidung. Jari pada saat anda ngupil berisko bia merontokkan silla. Silla adalah rambut-rambut halus yang berada di rongga hidung yang berfungsi untuk menyaring debu, kotoran, bakteri, virus dan pathogen serta benda-benda asing yang masuk kedalam hidung. Apabila silla menipis dan berangsur menghilang sama sekali, maka virus dan bakteri akan mudah masuk kedalam hidung. Jari dengan kuku yang tajam jug dapat melukai rongga hidung. Di rongga hidung terdapat pembuluh darah, bila terkena pembuluh darah akan terjadi mimisan dan darah akan keluar dari luka yang terjadi.

Mengorek hidung terlalu dalam akan menyentuh sinus bagian dalam yang berdekatan dengan otak. Ada tulang yang di sebut dengan tulang ethmoid yang memisahkan hidung dan otak. Jika mengupil tidak hati-hati , maka akan menusuk tulang itu. Akibatnya cairan di otak akan bocor dan bias menyebabkan meningitis.

8.          KESERINGAN MEMAKAI SOFTLENS

Softlens adalah suatu aksesoris penunjang penampilan yang wajib di gunakan bagi mereka pecinta fashion. Softlens juga dapat meningkatkan tingkat kepercayaan diri penggunanya. Kalau dulu softlens hanya di gunakkan bagi mereka yang memiliki kelainan atau masalah pada mata, berbeda dengan sekarang. Tampilan warna yang di berikan oleh softlens inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang. Tapi, tahukah anda kesehariaan menggunakan softlens dapat memiliki efek samping terhadap kesehatan mata anda. Bahaya yang sering terjadi yaitu infeksi pada mata. Infeksi ini bias berupa iritasi, apalagi ketika lupa melepaskan softlens dan tertidur. Hal ini sangat membahayakan mata anda, karena di saat tidur mata akan kekurangan oksigen. Ketika kam memejamkan mata, softlens akan bergerak-gerak di dalam mata meski di saat kamu tidur. Dari pergerakan itu softlens kamu dapat sobek di dalam mata. Ketika kamu mebuka mata, softlens tidak akan kembali menempel di bola mata. Kalau sudah demikan, softlens yang ada di dalam mata anda tidak akan bias di ambil kecuali dengan jalan operasi.

9.          MEMAKAI BRA SAAT TIDUR

Jika nada termasuk orang yang tidak melepaskan bra pada saat tidur, sebaiknya menghentikan keebiasaan ini secepatnya. Bra yang memiliki kawat atau terlalu ketat bias membuat sirkulasi darah di area payudara menjadi terhambat dan Otot dada juga menjadi sempit karena bra, sehingga menghambat sirkulasi k saraf di lengan anda. Hal ini juga dapat beresiko iritasi pada kulit. Resiko paling tinggi bias menyebabkan kista jika di biarkan terlalu lama. Anda juga akan mrasa sakit di bagian payudara saat malam sebagai salah satu gejalanya.

10.     LUPA MELEPASKAN CHARGER DARI STOP KONTAK

Anda sering lupa mencabut charger dari stop kontak? Setelah membaca ini, tolong anda jangan melakukan kbiasaan ini lagi.
Charger yang masih menancap di stop kontak mempunyai aliran lsitrik yang kuat , ini bias membuat kesetrum orang yang menyentuhnya. Sering kejadian tangan anak-anak melepuh karena tidak sengaja menyentuh kabel-kabel di lantai tanpa tahu bahwa itu masih di aliri listrik. Selain itu kabel-kabel tersebut juga rawan terinjak dan menyebabkan kesetrum bagi siapapun yang mngenainya.

11.       MENUMPUK STOP KONTAK

Menumpuk steker terlalu banyak menggunakan banyak cabang/stop kontak dapat memicu colokan kabel hangus, korslet listrik hingga kebakaran. Kebiasaan ini sering tidak di sadari oleh kebanyakan orang, sehingga sering di lakukan. Kabel yang seharusnya sudah di perkirakan cukup, kini menjadi sebuah bottle neck yan bekerja keras menyalurkan arus ke berbagai peralatan listrik yang sedang di prgunakan bersamaan. Hal inilah yang sering kali menyebabkan terjadinya kebakaran. Seluruh kabel dapat saja mengalami pemanasan, sehingga dapat membahayakan jika terdapat bahan yang mudah terbakar di sekitarnya.


Wednesday, September 12, 2018

HATI-HATI!!! 10 SERANGGA DAN KUTU DI RUMAH INI BISA MENGANCAM




Serangga sudah pasti ada di rumah kita, tak ada satupun rumah yang tak didiami serangga. serangga merupakan kelompok hewan yang dominan di bumi ini dengan jumlah spesies hampir 80 % dari jumlah total hewan di bumi. Tingginya jumlah serangga di karenakan serangga memiliki sifat dapat memepertahankan keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi, kapasitas reproduki yang tinggi dan kemampuan menyealamatkan diri dari musuhnya.

10 serangga berbahaya dirumah

Serangga memiki banyak manfaat bagi manusia, seperti kupu-kupu sebagai penyerbuk, lebah sebagai penghasil madu, dan banyak serangga lain yang bermanfaat bagi manusia. Tapi, tahukah anda ada beberapa serangga yang dapat menyebabkan kerugian secara langsung ataupun tak langsung bagi kita,  seperti merusak berbagai tanaman, menyerang harta benda termasuk rumah, pakaian, dan persediaan makanan. Ada juga serangga yang menyerang manusia melalui gigitan maupun sengatan dan dari situlah mereka menularkan berbagai macam penyakit yang dapat mengancam kesehatan anda. 
Dengan adanya berbagai macam serangga berbahaya yang berada di rumah, saya akan membagikan 10 diantaranya.

1.            Kutu tempat tidur


Kutu yang  bernama latin Cimex lectularius ini memiliki habitat di tempat tidur manusia. Seranggga  ini termasuk kategori nocturnal, yaitu serangga yang aktif di malam hari. Meski ukurannya sangat kecil, kutu kasur mampu menghisap darah manusia. Mereka sering terlihat di lipatan-lipatan kasur. Yang bahaya dari kutu ini adalah gigitannya yang mengeluarkan zat anaestesi (ba’al). Zat ini dapat membuat alergi dan menimbulkan kemerahan.

Kutu ini hidup dari memakan serpihan sel kulit mati manusia. Beberapa penelitian menyebutkan, bahwa setiap orang rata-rata melepaskan 1,5 juta sel kulit mati per jam dan mengeluarkan keringat 0,9 liter per hari , termasuk pada saat kita tidur. Bias anda bayangkan, selama anda tidur puluhan juta sel kulit mati yang rontok dan menempel di semua perlengkapan tidur anda. Hal itulah yang menjadi makanan dari kutu apabila anda tidak membersihkannya.

2.           Kutu binatang


Bagi anda yang memiliki hewan peliharaan di rumah, keberadaan kutu binatang mungkin bukan hal baru lagi. Bila anda mengelus anjing/ kucing kesayangan anda kemudian menemukan binatang kecil yang berbentuk seperti kuaci yang menempel pada bulu, maka itu adalah kutu binatang. Mereka biasa di sebut juga caplak.

Caplak merupakan salah satu anggota dari phylum Arthropoda dari kelas Arachnida. Dengan kata lain, caplak masih krabat dekat dengan laba-laba.
Caplak mempunyai semaam gigi yang chelicerae yang di gunakan untuk menyayat kulit dan memasukkan mulutnya. Caplak di ketahui dapat menularkan beberapa pathogen seperti bakteri, rickettsia, sprichete, protozoa, virus, nematode dan juga toksin. Satu gigitan caplak dapat menularkan banyak sekali patoghen.

Caplak merupakan hewan kedua setelah nyamuk yang dianggap penyebar penyakit terluas antara makhluk hidup. Adapun beberapa infeksi yang dapat di tularkan oleh gigitan caplak antara lain adalah: lyme disease, human granulocytis, monocytis ehrlichiosis.

3.            Kutu rambut



Kutu rambut atau yang memiliki nama latin Pediculus humanus capitis merupakan suatu arthropoda dari kelas serangga yang termasuk pada kelompok pterigotes dari ordo Anoplura. Jenis serangga ini memperoleh makanan dari darah yang di hisapnya 4-5 kali sehari tau sekitar 4-6 jam . rentang hidup kutu sekitar 30 hari dan dapat bertahan hidup di lingkungan bebas sekitar 3 hari. Kutu kepala ini tidak dapat melompat atau terbang, tetapi kutu ini akan merayap untuk berpindah dalam kecepatan sekitar 23 cm per menitnya.

Gigitan dari kutu ini dapat menyebabkan kelainan pada kulit da nada juga yang mengeluh dan menunjukkan tanda demamserta pembesaran kelenjar limfa setempat. Garukkan pada kulit kepala dapat menyebabkan erosi pada kulit kepala dan infeksi berupah nanah. Bila terjadi infeksi berat, rambut akan menggumpal akibatnya banyak nanah.

4.           Kecoa



Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi, tak terkecuali berada di rumah anda. Kecoa merupakan salah satu serangga yang sangat berbahaya bagi manusia. Bukan berbahaya dari ukuran maupun bentuknya tetapi berbahaya karena dapat menularkan berbagai macam penyakit.

Kecoa adalah serangga pemakan segala yang mempunyai kebiasaan aktif pada malam hari. Kecoa dianggap juga sebagai vector karena dapat mengkontaminasi makanan dengan bakteri, jamur, dan virus sehingga dapat menularkan penyakit seperti diare, dysentri, kusta dan beberapa penyakit cacing.

5.           Semut Pharaoh



Semut kecil yang berwarna kuning kecoklatan dengan mata yang berwarna hitam dapat bertahan hidup pada suhu rendah. Serangga ini dapat di temukan pada struktur bangunan yaitu dinding, jendela, lemari dan di cela runtuhan dinding. Semut ini menyukai keju, lemak, gula, madu, selai dan makanan yang bersifat manis.

Bahan-bahan yang sering dirusak oleh kunyahan semut ini dengan rahang mereka yang kuat. Mereka bahkan dapat menembus kantong plastic. Semut Pharaoh menimbulkan risiko bagi kesehatan seperti organisme patogen dapat ditularkan ketika semut makan di tempat-tempat yang tidak higienis termasuk saluran air, sampah atau pembalut bahkan pada luka.

6.           Lipan



Serangga yang berbentuk pipih ini sering kita temui di kamar mandi, dapur, di bawah timbunan sampah dan tempat-tempat yang lembab. Serangga yang biasa kita kenal dengan nama lipan ini berkembang biak secara kawin dan pembuahannya internal. Lipan dapat menaklukkan mangsanya dengan racun yang berasal dari sepasang kaki pertamanya yang di sebut cakar racun.

Ketika lipan menggigit kulit manusia maka kelenjar racun dari kelabang akan menyemburkan racun melalui sebuah saluran bagian depan taring kelabang yang berbentuk seperti jarum. Racun lipan biasanya memang tidak menyebabkan bahaya apapun untuk manusia, tapi yang paling ditakuti adalah ketika kelabang menggigit dan menyebabkan rasa sakit yang sangat parah.

7.           Laba-Laba Pertapa Chili Coklat



Dikenal dengan nama lain, Chilean recluse spider, laba-laba ini dianggap paling berbahaya dari jenis family Sicariidae dan bisanya dapat menyebabkan reaksi sistemik pada tubuh manusia yang berujung pada kematian. Dengan ukuran tubuh 8 sampai 40 mm dan berwarna coklat dengan garis hitam, leher binatang ini mirip seperti biola dan mempunyai habitat di kawasan Amerika Selatan. Tidak seperti jenis lain, laba-laba ini suka meninggalkan sarang pada malam hari untuk berburu.

Dilaporkan banyak manusia terkena gigitannya karena mereka cenderung bersembunyi di dalam baju dan tempat tidur di rumah. Dalam sebuah riset dinyatkan bahwa bisanya mengandung Dermonecrotic, enzim Sphingomyelinase D yang bisa menyebabkan iskemia dan nekrosis trakea karena enzim ini menghambat sintesis DNA dan menyebabkan kematian sel dalam hitungan bulanan.

8.          Ngengat pakaian



Tidak seperti ngengat lainnya, ngengat pakaian tidak tertarik dengan cahaya lampu. Serangga ini merupakan serangga terbang yang sangat lemah sehingga seringkali terlihat sedang merayap di atas pakaian sebagai tempat tinggal.

Serangga ini sangat sengang memakan dan merusak kain. Saat makan kain, ngngat ini bias menghasilkan jarring-jaring. Ngengat pakaian akan menetap di pakaian dan kain yang tersimpan yang terbuat dari serat alami atau campuran.

9.           Tomcat



Tomcat adalah serangga yang akan mengeluarkan cairan apabila tersentuh atau bersentuhan dengan kulit manusia. Cairan hemolimf ini disebut sebagai
‘aederin’ (C24H43O9N) yang memiliki kekuatan 12 kali lebih kuat dari bisa ular. Jadi anda bisa banyangkan sendiri betapa bahayanya serangga ini.

10.       Nyamuk Anopheles (Nyamuk malaria)



Sering orang mengenalnya sebagai salah satu jenis nyamuk paling berbahaya di dunia karena bisa menyebabkan penyakit malaria. Nyamuk malaria banyak terdapat di rawa-rawa, saluran-saluran air, dan permukaan air yang terekspos sinar matahari. Ia bertelur di permukaan air.

Nyamuk ini hinggap dengan posisi menukik atau membentuk sudut. Sering hinggap di dinding rumah atau kandang. Warnanya bermacam-macam, ada yang hitam, ada pula yang kakinya berbercak-bercak putih. Waktu menggigit biasanya dilakukan malam hari.


Tuesday, September 11, 2018

FAKTA IMUNISASI BAGI ANAK !!! PARA ORANG TUA WAJIB BACA !!!!


Baru-baru ini banyak berita yang beredar tentang vaksin palsu yang sangat meresahkan masyarakat, khususnya bagi para orang tua yang meiliki anak. Ini membuat para oang tua takut untuk membawa anaknya untuk melakukan imunisasi, padahal imunisasi ini sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Bukan hanya para orang tua yang di buat resah oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab ini, tetapi para petugas kesehatan juga ikut kena imbasnya. Minim nya informasi yang di proleh dari orang tua mengenai imunisasi menjadi salah satu faktor berkembangnya vaksin palsu, karena orang tua enggan mencari tau apa itu imunisasi dan jarang bertanya tentang vaksin apa yang diberikan kepada anaknya. Ketika sudah terjadi sesuatu kepada anak mereka, barulah para orang tua berbondong-bondong mencari tau tentang imunisasi dan vaksin yang di berikan kepada anak mereka. Vaksin palsu dapat di cegah apabila anda selalu mencari tahu tentang apa saja yang harus di penuhi dalam proses tumbuh kembang anak, baik itu melalui media elektronik maupun media cetak.

Baca juga : 





Sebenarnya apa sih imunisasi itu? Prosesnya seperti apa? Manfaat dan tujuannya apa?

Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh anak. Caranya dalah dengan pemberian vaksin. Vaksin ini berasal dari bibit penyakit tertentu yang dapat menimbulkan penyakit, tetapi penyakit ini terlebih dahulu di lemahkan/dimatikan sehingga tidak berbahaya lagi bagi kelangsungan hidup manusia.
Pembuatan vaksin bisa berasal dari bibit penyakit hidup yang di lemahkan (misalnya virus campak dalam vaksin campak, virus polio dalam vaksin polio, bakteri calmette Guerin dalam vaksin BCG), ada juga yang di buat dari toxin (racun)  yang di hasilkan oleh bakteri yang kemudian di rubah menjadi toxoid sehingga tidak berbahaya bagi manusia (missal, tetanus toxoid dalam vaksin TT, difteri toxoid dalam vaksin DPT atau DT).
Imunisasi merupakan reaksi antara antigen dan antibody, yang dalam bidang ilmu Imunologi merupakan kuman atau racun (toxin di sebut sebagai antigen). Secara khusus antigen merupakan bagian dari protein kuman atau protein racunnya. Bila antigen untuk pertama kalinya masuk ke dalam tubuh manusia, maka sebagai reaksinya tubuh kan membentuk zat anti terhadap racun kuman yang di sebut dengan antibody.

Prinsip Pemberian Imunisasi

Prinsip dasar pemberian imunisasi adalah:
1.        Bila ada antigen (kuman, bakteri, virus, parasite, racun, kuman memasuki tubuh maka tubuh kan menolaknya, tubuh akan membuat zat anti berupa antibody atau anti toxin.
2.        Reaksi tubuh pertama kali terhadap antigen berlangsung secara lambat dan lemah, sehingga tak cukup banyak antibody yang terbentuk.
3.        Pada reaksi atau respon yang ke dua, ketiga, dan seterusnya tubuh sudah mulai lebih mengenal jenis antigen tersebut.
4.        Setelah beberapa waktu, jumlah zat anti dalam tubuhakan berkurang. Untuk mempertahankan agar tetap kebal, perlu di berikan antigen/suntikan/imunisasi ulang.
5.        Kadar antibody yang tinggi dalam tubuh menjamin anak-anak sulit untuk terserang penyakit.

Macam-macam imunisasi

Imunisasi aktif merupakan imunisasi yang di lakukan dengan cara menyuntikkan antigen ke dalam tubuh sehingga tubuh anak sendiri yang akan membuat zat antibody yang akan bertahan bertahun tahun lamanya. Imunisasi aktif ini akan lebih bertahan lama daripada imunisasi pasif.

Imunisasi pasif disini tubuh tidak membuat sendiri zat antigen tetapi tubuh mendapatkannya dari luar dengan cara penyuntikan bahan atau serum yang telah mengandung zat anti, atau anak tersebut mendapatkannya dari ibu pada saat dalam kandungan.
Berikut ini akan saya jelaskan mengenai pemberian vaksin dalam kaitannya dengan imunisasi:

1.        Vaksin polio

Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus. Vaksin yang di gunakan oleh banyak Negara adalah vaksin hidup (yang telah di lemahkan), vaksin ini berbentuk cair, kemasnnya sebanyak 1 cc atau 2 cc dalam flakon yang dilengkapi dengan pipet untuk meneteskan vaksin. Pemberian secara oral sebanyak 2 tetes lansung dari bool ke mulut bayi dengan tanpa menyentuh mulut bayi. Vaksin polio oral ini sangat mudah dan cepat rusak jika terkena panas apabila di bandingkan dengan vaksin lainnya.

Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (polio I, II, III, IV) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi polio ulangan diberikan 1 tahun setelah imunisasi polio IV, kemudian pada saat masuk SD (5-6 tahun) dan pada saat meninggalkan SD (12 tahun). 

Pemberian imunisasi polio tidak boleh dilakukan pada orang yang menderita defisiensi imunitas. Tidak ada efek yang berbahaya yang ditimbulkan akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit. Namun, jika ada keraguan, misalnya sedang menderita diare, maka dosis ulangan dapat diberikan setelah sembuh.

Vaksinasi polio tidak dianjurkan diberikan pada keadaan ketika seseorang sedang demam (>38,5°C), obat penurun daya tahan tubuh, kanker, penderita HIV, Ibu hamil trimester pertama, dan alergi pada vaksin polio. Pernah dilaporkan bahwa penyakit poliomielitis terjadi setelah pemberian vaksin polio. Vaksin polio pada sebagian kecil orang dapat menimbulkan gejala pusing, diare ringan, dan nyeri otot.

2.        Vaksin campak

Bibit penyakit yang menyebabkan campak (meales) adalah virus. Vaksin yang di gunakan adalah vaksin hidup yang sudah di lemahkan. Kemasan dalam flakon adalah berbentuk gumpalan-gumpalan yang beku dan kering untuk kemudian di larutkan dalam 5 cc cairan. Potensi vaksin yang sudah di larutkan akan cepat menurun, vaksin ini mudah rusak oleh panas.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif, dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir dari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi kedua sehingga merekalah yang menjadi target utama pemberian imunisasi campak. kadar antibodi campak tidak dapat dipertahankan sampai anak menjadi dewasa. 

Imunisasi campak ditujukan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. pemberian vaksin campak diberikan 1 kali pada umur 9 bulan secara subkutan walaupun demikian dapat diberikan secara intramuskuler dengan dosis sebanyak 0,5 ml. Selanjutnya imunisasi campak dosis kedua diberikan pada program school based catch-up campaign, yaitu secara rutin pada anak sekolah SD kelas 1 dalam program BIAS

Efek samping yang timbul dari imunisasi campak seperti demam lebih dari 39,5°C yang terjadi pada 5%-15% kasus, demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 5 hari. Ruam dapat dijumpai pada 5% resipian timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat inkubasi penyakit alami. Terjadinya kejang demam, reaksi berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi.diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin

3.        Vaksin BCG (Bacillus Calmet Guirnet)

Vaksin BCG melindungi anak terhadap tuberculosis (TBC), di buat dari bibit penyakit hidup yang telah di lemahkan. Vaksin ini berasal dari bakteri, bentuknya beku, kering seperti campak, kalau sudah dilarutkan harus segera di gunakan maksimal 3 jam, mudah rusak jika terkena sinar matahari langsung, sehingga kemasannya terbuat dari botol yang berwarna gelap.
Imunisasi BCG bertujuan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberculosis (TBC) pada anak. Vaksin BCG diberikan pada umur < 2 bulan, Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian imunisasi BCG pada umur 1 bulan dan sebaiknya pada anak dengan uji Mantoux (Tuberkulkin) negatif. Imunisasi BCG ulangan tidak dianjurkan. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. Efek proteksi bervariasi antara 0-80 %, berhubungan dengan beberapa faktor yaitu mutu vaksin yang dipakai, lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur, keadaan gizi dan lain-lain)

Cara pemberiannya melalui suntikan. Sebelum disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu. Dosis 0,55 cc untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0,1 cc untuk anak dan orang dewasa. Pemberian imunisasi ini dilakukan secara Intrakutan di daerah lengan kanan atas. Disuntikkan kedalam lapisan kulit dengan penyerapan pelan-pelan. Dalam memberikan suntikan intrakutan, agar dapat dilakukan dengan tepat, harus menggunakan jarum pendek yang sangat halus (10mm, ukuran 26).

Imunisasi BCG tidak boleh digunakan pada orang yang reaksi uji tuberkulin > 5 mm, menderita infeksi HIV atau dengan risiko tinggi infeksi HIV, imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid, obat imuno-supresif, mendapat pengobatan radiasi, penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe, menderita gizi buruk, menderita demam tinggi, menderita infeksi kulit yang luas, pernah sakit tubercolusis, dan kehamilan.

Efek samping reaksi lokal yang timbul setelah imunisasi BCG yaitu setelah 1-2 minggu diberikan imunisasi, akan timbul indurasi dan kemerahan ditempat suntikan yang berubah menjadi pustula, kemudian pecah menjadi luka. Luka tidak perlu pengobatan khusus, karena luka ini akan sembuh dengan sendirinya secara spontan. Kadang terjadi pembesaran kelenjar regional diketiak atau leher. Pembesaran kelenjar ini terasa padat, namun tidak menimbulkan demam

4.        Vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus)

Terdiri dari toxoid difteri, bakteri pertussis dan tetanus toxoid, dapat disimpan dam suhu 2-8 derajat celcius. Kemasan yang digunakan adalah 5 cc untuk DPT, 5 cc untu TT dan 25 cc untuk DT. Vaksin ini digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B dan infeksi Haemophilus influenza tipe b secara simultan. Strategic Advisory Group of Expert on Immunization (SAGE) merekomendasikan vaksin Hib dikombinasi dengan DPT-HB menjadi vaksin pentavalent (DPT-HB-Hib) untuk mengurangi jumlah suntikan pada bayi. Penggabungan berbagai antigen menjadi satu suntikan telah dibuktikan melalui uji klinik, bahwa kombinasi tersebut secara materi tidak akan mengurangi keamanan dan tingkat perlindungan.

Pemberian imunisasi DPT-HB-Hib diberikan sebanyak 3 (tiga) kali pada usia 2, 3 dan 4 bulan. Pada tahap awal hanya diberikan pada bayi yang belum pernah mendapatkan imunisasi DPT-HB. Apabila sudah pernah mendapatkan imunisasi DPT-HB dosis pertama atau kedua, tetap dilanjutkan dengan pemberian imunisasi DPT-HB sampai dengan dosis ketiga. Untuk mempertahankan tingkat kekebalan dibutuhkan imunisasi lanjutan kepada anak batita sebanyak satu dosis pada usia 18 bulan.

Terdapat beberapa kontraindikasi terhadap dosis pertama DPT, kejang atau gejala kelainan otak pada bayi baru lahir atau kelainan saraf serius lainnya merupakan kontraindikasi terhadap komponen pertusis. Dalam hal ini vaksin tidak boleh diberikan sebagai vaksin kombinasi, tetapi vaksin DT harus diberikan sebagai pengganti DPT, vaksin Hepatitis B dan Hib diberikan secara terpisah. 

Vaksin tidak boleh diberikan pada anak dengan riwayat alergi berat dan ensefalopalopati pada pemberian vaksin sebelumnya. Keadaan lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah bila pada pemberian vaksin sebelumnya. Keadaan lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah bila pada pemberian pertama dijumpai riwayat demam tinggi, respon dan gerak yang kurang (hipotonik-hiporesponsif) dalam 48 jam, anak menangis terus selama 2 jam, dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT. Pemberian vaksin sebaiknya ditunda pada orang yang berpenyakit infeksi akut. Vaksin DPT, baik bentuk DtaP maupun DTwP, tidak diberikan pada anak kurang dari usia 6 minggu. Sebab, respons terhadap pertusis dianggap tidak optimal. Vaksin pertusis tidak boleh diberikan pada wanita hamil. 

5.        Vaksin Toxoid Difteri

Merupakan bagian dai vaksin DPT atau DT, vaksin di buat dari toxoid yang merupakan racun yang telah di lemahkan, ini akan rusak jika di bekukan dan juga bias rusa oleh panas.


JADWAL IMUNISASI



PENYAKIT YANG DAPAT DI CEGAH DENGAN

IMUNISASI

1.        Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB), suatu anggota family Hepadnavirus, suatu virus DNA yang berlapis ganda, berbentuk bulat dan dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati (hati mengeras dan mengecil) atau kanker hati.

Gejala dan tanda infeksi VHB tergantung pada perjalanan klinisnya, apakah dalam keadaan akut, kronis, atau sudah dalam keadaan sirosis atau kanker hati. Pada keadaan akut, keluhan yang dirasakan pasien adalah berupa lemas, mual, mata kuning, demam, kencing seperti air teh. Sementara pada hepatitis B kronis, biasanya pasien hanya mengeluh mudah lelah dan lesu. Sementara pada keadaan sirosis, pasien mengeluh perut bengkak (rongga perut terisi air), mata kuning, lesu dan sebagainya. Bila hepatitis B kronis telah menjadi kanker hati, keluhan yang dirasakan pasien adalah perut sebelah kanan atas membesar dan mengeras. Jika demikian keadaannya, biasanya pasien yang menderita kanker hati tidak akan bertahan sampai satu tahun.

Proses penularan virus ini dapat melalui dua cara yaitu dengan penularan vertikal dan penularan horizontal. penularan vertikal terjadi dari ibu yang mengidap virus hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan, yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan. Di indonesia, cara penularan ini yang paling banyak terjadi. Sedangkan penularan horizontal dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur, dan sikat gigi secara bersama-sama serta hubungan seksual dengan penderita. Cara penularan ini biasanya terjadi pada orang dewasa.

2.        Tuberculosis

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru tetapi dapat juga mengenai organ lainnya seperti selaput otak, tulang, kelenjar superfisialis dan lain-lain. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi Mycobacterium tuuberculosis terjadi respon imunitas selular yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberculin.

Gejala umum TB pada orang dewasa adalah batuk yang terus-menerus selama 2-3 minggu atau lebih, batuk berdahak kadang berdarah, nyeri dada, penurunan berat badan, demam, menggigil, berkeringat malam hari, kelelahan, dan kehilangan selera makan. Bakteri ini biasanya menyerang orang lain, misalnya ginjal, tulang belakang, otak, kelenjar, dan sebagainya. Pada anak-anak gejala tuberkulosis paru berbeda dengan orang dewasa, keluhan yang sering dijumpai adalah anak tidak mau makan, berat badan jauh di bawah rata-rata anak seumurnya. Penderita yang sudah positif menderita tuberkulosis diobati melalui Program Nasional Penanggulangan TBC (Strategi DOTS). Penderita harus mengonsumsi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) minimal 6 bulan. Cara pencegahan yang paling efektif yaitu dilakukan melalui vaksinasi.

3.        Difteri

Difteri adalah penyakit menular akut pada tonsil, faring, hidung, laring, selaput mukosa, kulit dan terkadang konjungtiva serta vagina. Penyakit ini dapat menyerang seluruh lapisan usia, tetapi lebih sering pada anak-anak, terutama pada anak yang tidak mempunyai kekebalan terhadap bakteri penyebab difteri. Difteri merupakan penyakit yang mengancam jiwa. Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Tingkat kematian akibat penyakit ini paling tinggi di kalangan bayi dan orang tua, kematian biasanya terjadi pada tiga sampai empat hari pertama timbulnya penyakit.

Sumber utama penularan penyakit ini adalah manusia. Penularan terjadi melalui udara pernapasan saat kontak langsung dengan penderita atau pembawa (carier) kuman. Seorang penderita difteri dapat menularkan penyakit sejak hari pertama sakit sampai 4 minggu atau sampai tidak ditemukan lagi bakteri pada lesi yang ada. Seorang pembawa (carier) kuman dapat menularkan penyakit sampai 6 bulan. . Seseorang yang sembuh dari penyakit difteri tidak selalu mempunyai kekebalan seumur hidup. Pencegahan yang paling efektif dilakukan
melalui vaksinasi.

4.        Pertusis

Pertusis atau batuk rejan adalah penyakit infeksi akut berupa batuk yang sangat berat (batuk seratus hari). Penyakit ini menyerang mulut, hidung, dan tenggorokan. Pertusis merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyerang semua golongan umur, makin muda usia terkena pertusis, makin berbahaya. Kasus terbanyak terjadi pada anak umur 1 tahun. Pertusis disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

Pertusis menular melalui udara pernapasan, yaitu percikan air ludah. Seorang penderita menjadi infeksius sampai 3 minggu setelah serangan batuk dimulai. Gejala akan mulai timbul 3-12 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Infeksi berlangsung selama 6 minggu dan berkembang melalui 3 tahapan, biasanya gejala dimulai dengan batuk dan pilek ringan selama 1-2 minggu (stadium kataral). Kemudian, diikuti dengan masa jeda batuk (stadium paroksismal), disini timbul 5-15 kali batuk diikuti dengan menghirup napas bernada tinggi. Batuk atau lendir yang kental sering merangsang terjadinya muntah. Tahap terakhir gejala pertusis disebut dengan tahap konvalesen, yang ditandai dengan batuk dan muntah semakin berkurang, anak tampak merasa lebih baik. Kadang-kadang batuk terjadi selama berbulan-bulan biasanya akibat iritasi saluran pernapasan.

Pengobatan pertusis secara kausal dapat dilakukan dengan antibiotic khususnya eritromisin, dan pengobatan suportif terhadap gejala batuk yang berat. Pemberian pengobatan eritromisisn untuk pencegahan pada kontak pertusis dapat dilakukan untuk mengurangi penularan (Ranuh et.al. 2011). Tindakan pencegahan yang paling efektif adalah dengan membentuk kekebalan tubuh terhadap bakteri pertusis melalui vaksinasi.

5.        Tetanus

Tetanus adalah penyakit akut, bersifat fatal, gejala klinis disebabkan oleh eksotoksin yang diproduksi Clostridium tetani. Bakteri ini tersebar di seluruh dunia menyerang bayi, anak-anak dan remaja terutama yang tidak memperoleh  perlindungan vaksinasi. Tetanus, terutama tetanus neonatorum, sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang serius. Sebab, tetanus menjadi penyebab 8%-69% dari kematian bayi baru lahir (menjadi penyebab kematian utama terutama di negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia).

Clostridium tetani masuk kedalam tubuh manusia melalui luka, misalnya luka tusuk, luka robek, luka tembak, luka bakar, luka gigit, luka suntikan, infeksi telinga, rahim sesudah persalinan atau keguguran, pemotongan tali pusat yang tidak steril (sebagai penyebab utama Tetanus neonatarum). Pasien tetanus mudah sekali mengalami kejang, terutama apabila mendapatkan rangsangan seperti suara berisik, terkejut, sinar dan sebagainya. Tetanus pada bayi baru lahir disebut tetanus neonatorum, yang penularannya terjadi pada saat pemotongan tali pusat yang dilakukan secara tidak steril. Tetanus neonatorum lebih mudah terjadi bila bayi tidak mendapat imunisasi pasif atau bila pada saat
ibunya hamil tidak pernah mendapat imunisasi.

Pencegahan tetanus dilakukan melalui upaya sterilitas alat, misalnya saat memotong tali pusat, pembersihan dan perawatan luka dan segera mengobati luka infeksi. Tetapi, upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi pasif dan aktif.

6.        Poliomyelitis

Poliomielitis atau polio adalah suatu penyakit demam akut yang disebabkan virus polio. Kerusakan pada motor neuron medula spinalis dapat mengakibatkan kelumpuhan yang bersifat flaksid, sehingga nama lain dari poliomielitis adalah infantile paralysis, acute anterior poliomyelitis. Respons terhadap infeksi virus polio sangat bervariasi mulai dari tanpa gejala sampai adanya gejala kelumpuhan total dan antropi otot, pada umumnya mengenai tungkai bawah dan bersifat asimetris, dan dapat menetap selamanya bahkan sampai dengan kematian. Masa inkubasi poliomielitis berlangsung 6-20 hari dengan kisaran 3-35 hari.

Penyakit ini ditularkan orang ke orang melalui fekal-oral-route. Gaya hidup dengan sanitasi yang kurang akan meningkatkan kemungkinan terserang poliomielitis. Kebanyakan poliomielitis tidak menunjukkan gejala apapun. Infeksi semakin parah jika virus masuk dalam sistem aliran darah. Kurang dari 1% virus masuk pada sistem saraf pusat, akan tetapi virus lebih menyerang dan menghancurkan sistem saraf motorik, hal ini menimbulkan kelemahan otot dan kelumpuhan. Kelumpuhan dimulai dengan gejala demam, nyeri otot dan
kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit. Kematian bisa terjadi jika otot-otot pernapasan terinfeksi dan tidak segera ditangani.

Cara pencegahan penyakit polio yang harus dilakukan pertama yakni peningkatan higiene, karena penyakit polio ditularkan per oral melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh kotoran manusia yang mengandung virus, maka higiene makanan/minuman sangat penting. Pencegahan yang paling efektif terhadap penyakit poliomielitis adalah dengan pemberian vaksin.

7.        Campak

Penyakit campak (rubeola atau measles) adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular, yaitu kurang dari 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Penyebab pasti dari penyakit campak adalah virus campak. Campak merupakan penyebab kematian bayi umur kurang 12 bulan dan anak usia 1-4 tahun. Diperkirakan 30.000 per tahun anak Indonesia meninggal akibat komplikasi campak. Campak berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa atau pandemic. Penularan penyakit campak berlangsung sangat cepat melalui udara atau semburan ludah (droplet) yang terisap lewat hidung atau mulut. Penularan terjadi pada masa fase kedua hingga 1-2 hari setelah bercak merah timbul. Gejala klinis seperti demam timbul secara bertahap dan meningkat sampai hari kelima atau keenam pada puncak timbulnya ruam. Ruam awal pada 24 sampai 48 jam pertama diikuti dengan turunnya suhu tubuh sampai normal selama periode satu hari dan kemudian diikuti dengan kenaikan suhu tubuh yang cepat mencapai 40°C pada waktu ruam sudah timbul diseluruh tubuh. Gejala awal lainnya yang sering ditemukan adalah batuk, pilek, mata merah selanjutnya dicari Koplik’s spot. Dua hari sebelum ruam timbul, gejala Koplik’s spot yang merupakan tanda pathognomonis dari penyakit campak, dapat dideteksi. Pencegahan penyakit campak ini dapat dilakukan dengan cara menghindari kontak dengan penderita, meningkatkan daya tahan tubuh dan vaksinasi campak.

Setelah membaca fakta di atas, apakah anda masih ragu untuk membawa anak anda untuk imunisasi?
semoga bermanfaat buat anda semua.... :)